RIZKYEMHA
โ† Back to Blog๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง English
PrismaPostgreSQLNode.jsBackend

Mengapa Saya Memilih Prisma daripada Raw SQL

10 April 2024ยท6 min read
Mengapa Saya Memilih Prisma daripada Raw SQL

Pendahuluan

Saat membangun API siap produksi, memilih layer akses data yang tepat sangat penting. Setelah bekerja dengan raw SQL dan berbagai ORM, saya memilih Prisma โ€” dan inilah alasannya.

Masalah dengan Raw SQL di Skala Besar

Raw SQL memberi kontrol penuh, namun pada skala besar menjadi beban pemeliharaan. Perubahan skema membutuhkan skrip migrasi manual, type safety tidak ada, dan onboarding developer baru membutuhkan waktu jauh lebih lama.

Mengapa Prisma Unggul

Prisma menyelesaikan masalah ini dengan tiga alat utama:

  • Prisma Schema โ€” satu sumber kebenaran untuk model data
  • Prisma Migrate โ€” migrasi deklaratif dan terkontrol versi
  • Prisma Client โ€” query builder type-safe yang di-generate dari schema

Contoh Nyata

const user = await prisma.user.findUnique({
  where: { id: userId },
  include: { posts: true },
})

Tidak ada raw SQL. Tidak ada type casting. Tidak ada tebak nama kolom. Client di-generate otomatis โ€” jika schema berubah, tipe data ikut diperbarui.

Kapan Raw SQL Masih Lebih Baik

Prisma tidak sempurna untuk segalanya. Untuk query analitik kompleks atau agregasi kritis performa, raw SQL (via prisma.$queryRaw) tetap pilihan terbaik.

Kesimpulan

Untuk sebagian besar proyek fullstack, Prisma menyediakan keseimbangan yang tepat antara developer experience, type safety, dan maintainability. Ini adalah ORM default saya โ€” dan kemungkinan akan tetap begitu untuk waktu yang lama.

โ† All ArticlesShare on X โ†—